Genre : Drama, Romance
Produser : Sukhdev Singh, Wicky V.olindo
Sutradara : Asep Kusdinar
Penulis : Tisa Ts
Produksi : Screenplay Films
Produser : Sukhdev Singh, Wicky V.olindo
Sutradara : Asep Kusdinar
Penulis : Tisa Ts
Produksi : Screenplay Films
Cast :
Michelle Ziudith, Dimas Anggara, Rizky Nazar, Nadya Arina
Sinopsis:
Dalam dunia fotografi atau
sinematografi, magic hour atau yang juga biasa disebut golden hour,
didefinisikan sebagai masa setelah matahari terbit atau sebelum matahari
terbenam, saat warna langit agak kemerah-merahan atau lebih lembut ketimbang
saat matahari berada tinggi di angkasa.
Keindahan transformasi warna
alam tersebut yang memiliki kesamaan dalam kisah asmara Raina (Michelle
Ziudith) seorang gadis pengantar bunga dan Dimas (Dimas Anggara) pria tajir
yang cuek banget.
Kehadiran sosok Dimas yang
tidak direncanakan bagaikan magic hour, momen penuh keajaiban yang mampu
melepas rasa sedih, membuka mata dan menerangi jalan yang ditempuh Raina.
Sayangnya rasa cinta yang
dirasakan Raina terhadap Dimas, justru membuatnya bimbang, bahkan panik! Karena
ada cinta lain yang menantinya sejak kecil, yaitu cinta sahabatnya, Toby (Rizky
Nazar). Raina tidak mau kehilangan Toby, tapi dia sadar sudah menyakitinya.
Sementara Dimas sendiri bukanlah pria yang tepat untuk Raina. Dimas sudah
dijodohkan oleh ibunya dengan Gweny (Nadya Arina), yang tidak lain adalah
sahabat Raina. Lagi-lagi cinta Raina harus dibenturkan pada pilihan antara
cinta atau persahabatan.
Namun cinta bukanlah cinta
jika tidak melalui sebuah ujian. Begitupun cinta Raina dan Dimas. Ketika mereka
berjuang menyatukan cinta, semakin banyak tragedi yang memisahkan. Dapatkan
Raina dan Dimas memperjuangkan cinta sejati untuk selamanya, ketika keadaan
bersikap tidak adil terhadap kehidupan?
Cerita saya tentang awal mula saya tahu
film Magic Hour
Film Magic Hour ini adalah
film yang saya nantikan dari Oktober 2014 lalu. Saya tahu sejak film ini akan
di produksi oleh pihak Screenplay.
Jadi, pertama kali saya tahu
Magic Hour akan dibuat novel dan juga film itu saat saya menonton sinetron Diam
Diam Suka, sinetron dari mom Tisa TS juga. Di sinetron itu, Dafa (Dimas
Anggara) ingin memberi novel kepada Bunga (Michelle Ziudith). Saya pikir hanya
sekedar skenario saja, tidak berarti apa-apa, tapi ternyata di novel itu ada
tulisan “TISA TS”. Dan orang-orang langsung bertanya ke mom Tisa tentang novel
yang ada di sinetron Diam Diam Suka itu. Mom Tisa waktu itu jawab, kalau Magic
Hour memang novel terbaru dari dia dan akan dibuat film nya juga. Lalu mom Tisa
upload foto novel yang ada di sinetron Diam Diam Suka tadi ke instagram nya
dengan caption “MAGIC HOUR #TheMovie in
the name of God”
Setelah
tahu kalau novel Magic Hour akan dibuat film juga, orang-orang langsung
menanyakan siapa actor dan actress yang akan bermain di film Magic Hour ini. Dan
mom Tisa menjawab di instagram nya kalau yang main di film ini adalah Dimas
Anggara dan Michelle Ziudith.
Dimas
Anggara dan Michelle Ziudith pernah dipasangkan di sinetron Love In Paris (2012) dan Love In Paris season 2 (2013), dan
mereka berdua berhasil membangun chemistry yang sangat bagus, namun sayang
sinetron Love In Paris season 2 tidak dilanjutkan sampai saat ini, sehingga
banyak fans dari Dimas Anggara dan Michelle Ziudith yang rindu dan menunggu
mereka dipasangkan kembali. Dan setelah mengetahui pemain film Magic Hour yaitu
Dimas Anggara dan Michelle Ziudith, mereka sangat senang dan sangat menantikan
film ini. Kebetulan saya juga sangat menyukai chemistry dari Dimas Anggara dan
Michelle Ziudith sejak pertama kali dipasangkan, sehingga saya sangat excited dengan film pertama Screenplay
ini.
Sedikit cerita, setelah mengetahui bahwa yang bermain di film Magic Hour ini adalah Dimas dan Michelle, saya dan teman-teman sesama penggemar dari Dimas dan Michelle mencari informasi setiap harinya mengenai film ini. Mulai dari mencari lokasi shooting hingga foto-foto behind the scenes film ini, yang amat sulit untuk dicari. Namun, karena rasa ingin tahu saya yang sangat tinggi, saya berhasil menemukan lokasi shooting film Magic Hour ini. Meskipun saya tidak bisa datang ke lokasi, namun teman saya dapat mendatangi lokasi shooting nya berdasarkan informasi dari saya. Lumayan sering teman saya mendatangi lokasi shooting film Magic Hour ini, karena kami sangat excited terhadap film Dimas dan Michelle ini. Rasa penasaran semua penggemar pun agak sedikit terobati dengan foto-foto behind the scenes yang mulai ditemukan. Saya dan semua teman-teman pun semakin tidak sabar dengan film ini. Proses shooting baru selesai pun, kami terus menanyakan kapan film ini akan tayang, hehe.
Sebelum
film ini tayang di bioskop, mom Tisa dan pihak Screenplay memutuskan untuk me-release novel nya terlebih dahulu. Pada awal
bulan Februari 2015 lalu, tim Screenplay melaksanakan acara M&G novel Magic
Hour di Gramedia Depok, yang disambut meriah oleh semua penggemar.
Novel
Magic Hour sendiri menjadi best seller di
beberapa toko buku online. Awal yang baik untuk film Magic Hour yang akan
segera di release di Tahun 2015. Pada saat itu, pihak Screenplay belum
mengumumkan tanggal pasti film Magic Hour ini akan di release. Padahal para penggemar sudah tidak sabar ingin menyasikan
film ini. Hingga pada bulan April lalu, pihak Screenplay mengumumkan kalau film
Magic Hour akan tayang pada bulan Agustus 2015. Kami semua sangat tidak sabar
menunggu bulan Agustus datang.
Mendekati
bulan Agustus, pihak Screenplay melakukan promo atau roadshow ke beberapa sekolah di Tangerang, menurut saya ini cara
yang pas untuk promo, karna memang anak sekolah/remaja lah yang menjadi sasaran
film Magic Hour ini.
![]() |
| SMAN 106 Jakarta Timur |
![]() |
| SMK PGRI 1 |
![]() |
| SMAN 5 Kota Tangerang |
![]() |
| SMAN 7 Tangerang |
Setelah
melakukan roadshow ke beberapa
sekolah, tim Screenplay melakukan beberapa kali private screening. Yang pertama, bersama siswa/i yang memenangkan
kuis yang diadakan pihak Magic Hour saat melakukan roadshow ke sekolahnya, private screening pertama dilaksanakan
di BSD XXI. Untuk yang kedua dilakukan di Senayan bersama tim Screenplay, SCTV,
undangan, serta para artis lainnya. Dan untuk yang ketiga dilakukan di Empire
XXI Bandung Indah Plaza bersama 99ers Radio Bandung dan penggemar.
Tim Screenplay tidak berhenti melakukan promo, setelah promo ke sekolah-sekolah, selanjutnya tim Screenplay melaksanakan M&G di beberapa mall, seperti Baywalk Pluit, Grandmal Bekasi, Mega Mall Bekasi, AEON Mall BSD City, TangCity, Miko Mall Bandung, Ciwalk Bandung, Cibinong City Square, Blok M Square, Binjai, Medan dan yang lainnya. Setiap M&G yang dilaksanakan selalu sukses dan dipenuhi penggemar.
![]() |
| Grandmal Bekasi |
![]() |
| Mega Mall Bekasi |
![]() |
| AEON Mall BSD City |
![]() |
| TangCity |
![]() |
| Miko Mall Bandung |
![]() |
| Cibinong City Mall |
![]() |
| Binjai Super Mall |
![]() |
| Baywalk Pluit |
![]() |
| Blok M Square |
Nah itu
sedikitnya cerita tentang Magic Hour yang saya tahu. Mulai tayang tanggal 13
Agustus 2015, saat ini Magic Hour telah sukses menjadi film Indonesia Terlaris
keempat selama 2015, per 30/08/2015 jumlah penonton yang di raih Magic Hour
sebanyak 558.784 penonton. Selamat untuk tim Screenplay!
Selanjutnya,
saya akan mengomentari film Magic Hour ini, film yang saya tahu sedari awal. Jadi,
saya akan komentar film Magic Hour ini dari sisi orang yang tahu film ini sejak
awal ya, bukan dari sisi pengamat film, hehe
Untuk segi cerita, Magic Hour ini punya
dasar cerita yang sudah biasa, seperti FTV-FTV. Di jodohin, terus minta
temen/saudara nya buat ketemu dulu sama orang yang mau dijodohin, dan akhirnya
yang ketemu itu yang malah jatuh cinta. Lalu cerita Friendzone nya pun sudah biasa, sahabatan lama tapi salah satu
pihak hanya menganggap sahabat aja sedangkan pihak lain memiliki rasa yang
lebih dari seorang sahabat. Namun, cast
nya mampu membuat cerita yang udah biasa ini terlihat ‘wah’, tidak terlihat
seperti cerita yang udah biasa itu. Cast
mampu membuat penonton masuk ke dalam cerita, sehingga banyak atau bahkan
hampir semua yang menonton senyum ketika melihat adegan so sweet, tertawa ketika melihat adegan lucu, dan menangis
tersedu-sedu ketika melihat adegan yang sedih. Termasuk saya, saya telah
menonton 2 kali, namun tetap saja dibuat tertawa melihat tante Flora (Meriam
Bellina), senyum melihat Dimas (Dimas Anggara) – Raina (Michelle Ziudith) dan
Toby (Rizky Nazar) – Gwenny (Nadya Arina), menangis melihat Gwenny marah kepada
Raina, Raina marah kepada Dimas, dan adegan yang paling membuat nangis tersedu-sedu
saat Raina melihat rekaman Dimas. Pihak Screenplay telah tepat memilih pemain.
Namun, ada sedikit mistake.
![]() | ||||||||||||||
|
Untuk kapas yang Raina pakai karena habis
kecelakaan ini kurang meyakinkan kalau Raina habis kecelakaan, bisa ditambahkan
obat merah agar lebih meyakinkan lagi.
|
Dan sangat disayangkan, banyak adegan yang
di cut.
![]() |
| Menari yang ini di cut, padahal Dimas dan Raina nari nya asyik |
![]() |
| Adegan Toby di Tanjung Lesung semua nya di cut, tidak ada adegan Toby (Rizky Nazar) saat di Tanjung Lesung |
![]() |
| Toby nyamperin Raina yang lagi ujan-ujanan di dermaga. Saat Raina merasakan hujan nya berbeda karena Dimas sudah lama tidak menghubungi Raina. |
![]() |
| Adegan Toby dan Raina minum Coffee setelah hujan-hujanan di toko bunga, dan Toby pulang setelah Raina mengangkat telpon yang seperti nya telpon dari Dimas. |
![]() |
| Raina melempar Tape Recorder miliknya. |
![]() |
| Kembaran Dimas suapin Raina es krim saat Raina sedang baca novel Magic Hour di taman, sebelum adegan naik ayunan. |
![]() |
| Adegan di toko bunga, Raina nyangka kembaran Dimas akan mencium Raina. Ini so sweet tapi lucu, sayang di cut. |
Dan
untuk ending, jujur saya kurang
menyukai, karena terkesan terlalu memaksakan happy ending. Saya sempat baca tweet
dari orang yang baru menonton Magic Hour, dia bilang “di Magic Hour cepat
sekali move on nya”, maksudnya Raina
yang awalnya cinta dengan Dimas tiba-tiba bisa jatuh cinta kepada kembaran nya
Dimas. Padahal apabila dibuat sad ending,
film ini akan lebih dikenang penonton, akan lebih ‘ngena’, lebih ‘nyes’.
Overall,
film pertama Screenplay ini sukses buat saya menangis dan efek ‘nyesek’ nya itu
beberapa hari tidak hilang. Itu artinya, Magic Hour ini sukses menyampaikan ‘rasa’
yang ingin disampaikan lewat film ini. Good
job!
Semoga
film Screenplay selanjutnya bisa lebih baik dan lebih sukses lagi dari Magic
Hour.
Terima
kasih.













































kak, kalo mau nonton yang gaada scene yg dicut nyaa dimanaa yaa ? :(
BalasHapusGan boleh tau lok shootingnya ga, khusus yg du jakarta
BalasHapus