Senin, 31 Agustus 2015

MAGIC HOUR (2015)



Genre          : Drama, Romance
Produser    : Sukhdev Singh, Wicky V.olindo
Sutradara   : Asep Kusdinar
Penulis       : Tisa Ts
Produksi     : Screenplay Films
Cast             : Michelle Ziudith, Dimas Anggara, Rizky Nazar, Nadya Arina

Sinopsis:
Dalam dunia fotografi atau sinematografi, magic hour atau yang juga biasa disebut golden hour, didefinisikan sebagai masa setelah matahari terbit atau sebelum matahari terbenam, saat warna langit agak kemerah-merahan atau lebih lembut ketimbang saat matahari berada tinggi di angkasa.
Keindahan transformasi warna alam tersebut yang memiliki kesamaan dalam kisah asmara Raina (Michelle Ziudith) seorang gadis pengantar bunga dan Dimas (Dimas Anggara) pria tajir yang cuek banget.
Kehadiran sosok Dimas yang tidak direncanakan bagaikan magic hour, momen penuh keajaiban yang mampu melepas rasa sedih, membuka mata dan menerangi jalan yang ditempuh Raina.
Sayangnya rasa cinta yang dirasakan Raina terhadap Dimas, justru membuatnya bimbang, bahkan panik! Karena ada cinta lain yang menantinya sejak kecil, yaitu cinta sahabatnya, Toby (Rizky Nazar). Raina tidak mau kehilangan Toby, tapi dia sadar sudah menyakitinya. Sementara Dimas sendiri bukanlah pria yang tepat untuk Raina. Dimas sudah dijodohkan oleh ibunya dengan Gweny (Nadya Arina), yang tidak lain adalah sahabat Raina. Lagi-lagi cinta Raina harus dibenturkan pada pilihan antara cinta atau persahabatan.
Namun cinta bukanlah cinta jika tidak melalui sebuah ujian. Begitupun cinta Raina dan Dimas. Ketika mereka berjuang menyatukan cinta, semakin banyak tragedi yang memisahkan. Dapatkan Raina dan Dimas memperjuangkan cinta sejati untuk selamanya, ketika keadaan bersikap tidak adil terhadap kehidupan?

Cerita saya tentang  awal mula saya tahu film Magic Hour

Film Magic Hour ini adalah film yang saya nantikan dari Oktober 2014 lalu. Saya tahu sejak film ini akan di produksi oleh pihak Screenplay.

Jadi, pertama kali saya tahu Magic Hour akan dibuat novel dan juga film itu saat saya menonton sinetron Diam Diam Suka, sinetron dari mom Tisa TS juga. Di sinetron itu, Dafa (Dimas Anggara) ingin memberi novel kepada Bunga (Michelle Ziudith). Saya pikir hanya sekedar skenario saja, tidak berarti apa-apa, tapi ternyata di novel itu ada tulisan “TISA TS”. Dan orang-orang langsung bertanya ke mom Tisa tentang novel yang ada di sinetron Diam Diam Suka itu. Mom Tisa waktu itu jawab, kalau Magic Hour memang novel terbaru dari dia dan akan dibuat film nya juga. Lalu mom Tisa upload foto novel yang ada di sinetron Diam Diam Suka tadi ke instagram nya dengan caption “MAGIC HOUR #TheMovie in the name of God”




Setelah tahu kalau novel Magic Hour akan dibuat film juga, orang-orang langsung menanyakan siapa actor  dan actress  yang akan bermain di film Magic Hour ini. Dan mom Tisa menjawab di instagram nya kalau yang main di film ini adalah Dimas Anggara dan Michelle Ziudith.
 
Dimas Anggara dan Michelle Ziudith pernah dipasangkan di sinetron Love In Paris (2012) dan Love In Paris season 2 (2013), dan mereka berdua berhasil membangun chemistry yang sangat bagus, namun sayang sinetron Love In Paris season 2 tidak dilanjutkan sampai saat ini, sehingga banyak fans dari Dimas Anggara dan Michelle Ziudith yang rindu dan menunggu mereka dipasangkan kembali. Dan setelah mengetahui pemain film Magic Hour yaitu Dimas Anggara dan Michelle Ziudith, mereka sangat senang dan sangat menantikan film ini. Kebetulan saya juga sangat menyukai chemistry dari Dimas Anggara dan Michelle Ziudith sejak pertama kali dipasangkan, sehingga saya sangat excited dengan film pertama Screenplay ini.

Sedikit cerita, setelah mengetahui bahwa yang bermain di film Magic Hour ini adalah Dimas dan Michelle, saya dan teman-teman sesama penggemar dari Dimas dan Michelle mencari informasi setiap harinya mengenai film ini. Mulai dari mencari lokasi shooting hingga foto-foto behind the scenes film ini, yang amat sulit untuk dicari. Namun, karena rasa ingin tahu saya yang sangat tinggi, saya berhasil menemukan lokasi shooting film Magic Hour ini. Meskipun saya tidak bisa datang ke lokasi, namun teman saya dapat mendatangi lokasi shooting nya berdasarkan informasi dari saya. Lumayan sering teman saya mendatangi lokasi shooting film Magic Hour ini, karena kami sangat excited terhadap film Dimas dan Michelle ini. Rasa penasaran semua penggemar pun agak sedikit terobati dengan foto-foto behind the scenes yang mulai ditemukan. Saya dan semua teman-teman pun semakin tidak sabar dengan film ini. Proses shooting baru selesai pun, kami terus menanyakan kapan film ini akan tayang, hehe.
Sebelum film ini tayang di bioskop, mom Tisa dan pihak Screenplay memutuskan untuk me-release novel nya terlebih dahulu. Pada awal bulan Februari 2015 lalu, tim Screenplay melaksanakan acara M&G novel Magic Hour di Gramedia Depok, yang disambut meriah oleh semua penggemar.

Novel Magic Hour sendiri menjadi best seller di beberapa toko buku online. Awal yang baik untuk film Magic Hour yang akan segera di release di Tahun 2015. Pada saat itu, pihak Screenplay belum mengumumkan tanggal pasti film Magic Hour ini akan di release. Padahal para penggemar sudah tidak sabar ingin menyasikan film ini. Hingga pada bulan April lalu, pihak Screenplay mengumumkan kalau film Magic Hour akan tayang pada bulan Agustus 2015. Kami semua sangat tidak sabar menunggu bulan Agustus datang.
Mendekati bulan Agustus, pihak Screenplay melakukan promo atau roadshow ke beberapa sekolah di Tangerang, menurut saya ini cara yang pas untuk promo, karna memang anak sekolah/remaja lah yang menjadi sasaran film Magic Hour ini.
 
SMK Letris

SMAN 106 Jakarta Timur
    

SMA Ora et Labora BSD
 
SMA Yuppentek Tangerang

SMK PGRI 1

SMAN 5 Kota Tangerang
SMAN 7 Tangerang

Setelah melakukan roadshow ke beberapa sekolah, tim Screenplay melakukan beberapa kali private screening. Yang pertama, bersama siswa/i yang memenangkan kuis yang diadakan pihak Magic Hour saat melakukan roadshow ke sekolahnya, private screening pertama dilaksanakan di BSD XXI. Untuk yang kedua dilakukan di Senayan bersama tim Screenplay, SCTV, undangan, serta para artis lainnya. Dan untuk yang ketiga dilakukan di Empire XXI Bandung Indah Plaza bersama 99ers Radio Bandung dan penggemar.


Tim Screenplay tidak berhenti melakukan promo, setelah promo ke sekolah-sekolah, selanjutnya tim Screenplay melaksanakan M&G di beberapa mall, seperti Baywalk Pluit, Grandmal Bekasi, Mega Mall Bekasi, AEON Mall BSD City, TangCity, Miko Mall Bandung, Ciwalk Bandung, Cibinong City Square, Blok M Square, Binjai, Medan dan yang lainnya. Setiap M&G yang dilaksanakan selalu sukses dan dipenuhi penggemar.


Grandmal Bekasi

Mega Mall Bekasi

AEON Mall BSD City

TangCity


Miko Mall Bandung


Cibinong City Mall
Binjai Super Mall
Baywalk Pluit
Blok M Square
Nah itu sedikitnya cerita tentang Magic Hour yang saya tahu. Mulai tayang tanggal 13 Agustus 2015, saat ini Magic Hour telah sukses menjadi film Indonesia Terlaris keempat selama 2015, per 30/08/2015 jumlah penonton yang di raih Magic Hour sebanyak 558.784 penonton. Selamat untuk tim Screenplay!

Selanjutnya, saya akan mengomentari film Magic Hour ini, film yang saya tahu sedari awal. Jadi, saya akan komentar film Magic Hour ini dari sisi orang yang tahu film ini sejak awal ya, bukan dari sisi pengamat film, hehe
Untuk segi cerita, Magic Hour ini punya dasar cerita yang sudah biasa, seperti FTV-FTV. Di jodohin, terus minta temen/saudara nya buat ketemu dulu sama orang yang mau dijodohin, dan akhirnya yang ketemu itu yang malah jatuh cinta. Lalu cerita Friendzone nya pun sudah biasa, sahabatan lama tapi salah satu pihak hanya menganggap sahabat aja sedangkan pihak lain memiliki rasa yang lebih dari seorang sahabat. Namun, cast nya mampu membuat cerita yang udah biasa ini terlihat ‘wah’, tidak terlihat seperti cerita yang udah biasa itu. Cast mampu membuat penonton masuk ke dalam cerita, sehingga banyak atau bahkan hampir semua yang menonton senyum ketika melihat adegan so sweet, tertawa ketika melihat adegan lucu, dan menangis tersedu-sedu ketika melihat adegan yang sedih. Termasuk saya, saya telah menonton 2 kali, namun tetap saja dibuat tertawa melihat tante Flora (Meriam Bellina), senyum melihat Dimas (Dimas Anggara) – Raina (Michelle Ziudith) dan Toby (Rizky Nazar) – Gwenny (Nadya Arina), menangis melihat Gwenny marah kepada Raina, Raina marah kepada Dimas, dan adegan yang paling membuat nangis tersedu-sedu saat Raina melihat rekaman Dimas. Pihak Screenplay telah tepat memilih pemain.
Namun, ada sedikit mistake.


Untuk kapas yang Raina pakai karena habis kecelakaan ini kurang meyakinkan kalau Raina habis kecelakaan, bisa ditambahkan obat merah agar lebih meyakinkan lagi.












Seperti, saat adegan dimana Toby bilang kalau dia cinta sama Raina. Adegan ini sebenarnya sedih, namun karna ada kucing jalan dengan santainya, sehingga membuat penonton yang awalnya sedih malah menjadi tertawa karna ulah kucing itu, adegan nya jadi kurang ‘ngena’

Dan saat adegan Raina nolak Toby, sebenarnya adegan ini buat ‘nyesek’, sangat menyakitkan buat Toby, namun karna ada bapak-bapak yang sedang lewat melihat ke kamera, sehingga yang tadinya akan meneteskan air mata malah tertawa. Adegan sedih nya pun sedikit gagal. Dan buat saya pribadi, adegan ini kurang ‘ngena’ karena kurang didukung backsong, hanya suara kendaraan yang ada, apabila ditambah backsong dengan lagu Rendi Matari – Sudahi Saja pas part “Teganya kamuuuu...”, akan lebih ‘ngena’ lagi, karna saya mendengar lagunya saja sudah merasakan sakit hati.

Behind The Scenes
Adegan dimana Raina jatuh saat mengejar Dimas hujan sangat deras, namun saat Dimas keluar mobil tiba-tiba hujan reda. Memang sebelum Dimas keluar, kamera shot  ke jalan, yang memperlihatkan tetesan hujan semakin sedikit, namun bagi penonton yang tidak jeli melihat itu akan bilang “loh kok udah reda lagi?”, itu nyata di salah satu bioskop saat saya menonton Magic Hour ini. Mungkin saat Dimas keluar, air hujan masih ada berjatuhan sedikit, sisa-sisa hujan deras sebelumnya.



Dan sangat disayangkan, banyak adegan yang di cut.

Menari yang ini di cut, padahal Dimas dan Raina nari nya asyik
 

Dimas pegang kepala Raina. Dimas tarik beaniehat nya Raina, ini lucu tapi so sweet. Adegan ujan-ujanan nya banyak yang di cut, jadi kurang lama. Padahal ujan-ujanan ini salah satu adegan favorit yang buat penonton ‘baper’.

Adegan Toby di Tanjung Lesung semua nya di cut, tidak ada adegan Toby (Rizky Nazar) saat di Tanjung Lesung


Toby nyamperin Raina yang lagi ujan-ujanan di dermaga. Saat Raina merasakan hujan nya berbeda karena Dimas sudah lama tidak menghubungi Raina.
 

Adegan Toby dan Raina minum Coffee setelah hujan-hujanan di toko bunga, dan Toby pulang setelah Raina mengangkat telpon yang seperti nya telpon dari Dimas.


Adegan di depan toko bunga, dialog Dimas yang “Tatap mata aku dan bilang sama aku, kamu gak cinta sama aku!” dihilangkan dan langsung Raina bilang “Gak! Aku gak cinta sama kamu!” setelah Dimas bilang “Kamu bohong”. Padahal kalau tidak di cut, kalimat Dimas itu buat penonton semakin ‘baper’

Raina melempar Tape Recorder miliknya.



Toby meluk Raina karena merasa bersalah, karena dia Raina kehilangan penglihatan nya, kemudian Toby menangis dan dipeluk Raina. Apabila adegan ini tidak di cut, ini akan jadi salah satu adegan yang buat air mata jatuh juga. Namun sayang adegan ini harus di cut.
 
Kembaran Dimas suapin Raina es krim saat Raina sedang baca novel Magic Hour di taman, sebelum adegan naik ayunan.

Adegan di toko bunga, Raina nyangka kembaran Dimas akan mencium Raina. Ini so sweet tapi lucu, sayang di cut.

Sepertinya ini adegan kembaran Dimas dan Raina sebelum berangkat ke Kawah Ijen. Ini sangat sayang di cut, selain adegan nya sweet, ini juga salah satu ‘proses’ menuju Kawah Ijen. Jadi tidak tiba-tiba ada di Kawah Ijen, yang membuat penonton tidak ‘kaget’.

Raina yang berlari diantara pohon-pohon menuju Kawah Ijen. Ini juga ‘proses’ menuju Kawah Ijen. Sejak trailer keluar, saya bertanya-tanya kenapa Raina berlari dan terlihat panik disini. Namun sayang adegan ini di cut juga. ‘Proses’ menuju Kawah Ijen nya tidak ada, jujur sedikit membuat saya kaget, saya bilang “kok udah disini lagi aja?”.
Dan untuk ending, jujur saya kurang menyukai, karena terkesan terlalu memaksakan happy ending. Saya sempat baca tweet dari orang yang baru menonton Magic Hour, dia bilang “di Magic Hour cepat sekali move on nya”, maksudnya Raina yang awalnya cinta dengan Dimas tiba-tiba bisa jatuh cinta kepada kembaran nya Dimas. Padahal apabila dibuat sad ending, film ini akan lebih dikenang penonton, akan lebih ‘ngena’, lebih ‘nyes’.

Overall, film pertama Screenplay ini sukses buat saya menangis dan efek ‘nyesek’ nya itu beberapa hari tidak hilang. Itu artinya, Magic Hour ini sukses menyampaikan ‘rasa’ yang ingin disampaikan lewat film ini. Good job!
Semoga film Screenplay selanjutnya bisa lebih baik dan lebih sukses lagi dari Magic Hour.
Terima kasih.


2 komentar:

  1. kak, kalo mau nonton yang gaada scene yg dicut nyaa dimanaa yaa ? :(

    BalasHapus
  2. Gan boleh tau lok shootingnya ga, khusus yg du jakarta

    BalasHapus