Saya mau share sedikit apa yang saya alami saat ingin mengambil keputusan untuk kerja sambil kuliah. :)
Saya lulusan dari Sekolah Menengah Kejuruan Farmasi, dan sekarang saya bekerja di suatu perusahaan obat hewan di Bandung. Dari sejak awal saya lulus sekolah, saya memang sudah berniat untuk bekerja terlebih dahulu dan kemudian mengambil kuliah sambil kerja.
Nah setelah saya bekerja sekitar 3 bulanan, saya mulai mencari-cari perguruan tinggi yang cocok atau pas dengan jadwal bekerja saya. Dan ada 2 pilihan yang saya pilih untuk dijadikan perguruan tinggi saya nanti. Perguruan tinggi itu yaitu Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia (STFI) dan Universitas Al-Ghifari (UNFARI).
Kenapa saya memilih 2 perguruan tinggi itu? Untuk STFI jadwal kuliah senin-jumat jam 16.30, dan UNFARI jumat-minggu. (Cocok dengan jadwal kerja saya yang kerja dari hari senin-jumat pukul 08.00-16.00 dan sabtu pukul 08.00-14.00).
Namun ternyata ada beberapa hal yang harus saya pertimbangkan kembali diantara 2 perguruan tinggi tersebut. Kedua perguruan tinggi ini memiliki keunggulan dan kekurangan nya masing-masing.
STFI, siapa yang gak tau STFI saat ini. Meski STFI merupakan perguruan tinggi swasta, namun STFI merupakan perguruan tinggi farmasi swasta yang menjadi pilihan kedua setelah perguruan tinggi farmasi negeri. Namun, yang saya pertimbangkan dari perguruan tinggi ini adalah biaya yang agak mahal. Untuk tahun 2014 ini, biaya semester 1 yang harus dibayarkan sebesar Rp.18.718.000,00. Biaya yang lumayan mahal, yang membuat saya mempertimbangkan untuk masuk perguruan tinggi ini. Selain itu, hal yang menjadi pertimbangan saya yaitu jadwal kuliah yang hampir setiap hari, dari pukul 16.30 hingga malam hari. Namun, untuk ke depan nya STFI bisa lebih menjanjikan. Apalagi jika kamu pengen mengambil profesi Apoteker setelah kamu lulus Sarjana nanti. Tlah banyak lulusan STFI yang mengambil profesi Apoteker di perguruan tinggi negeri, seperti Institut Teknologi Bandung atau Universitas Padjajaran.
UNFARI, Universitas Al-Ghifari ini merupakan perguruan tinggi swasta baru. Namun tidak mungkin, karna UNFARI merupakan perguruan tinggi baru, banyak lulusan nya yang telah sukses saat ini. Nah awalnya karna hal inilah yang menjadi pertimbangan saya untuk memilih perguruan tinggi ini. Untuk ke depan nya, ditakutkan tidak menjanjikan jika nanti saya ingin mengambil profesi Apoteker di perguruan tinggi negeri. Jika masalah biaya, UNFARI termasuk perguruan tinggi farmasi dengan biaya yang lumayan murah. Untuk semester 1 saja, biaya yang harus dibayarkan hanya Rp. 7.350.000,00. Dan jadwal kuliah nya pun tidak setiap hari, satu minggu hanya 3 hari yaitu pada hari jumat, sabtu dan minggu saja.
Karna hal-hal itulah yang membuat saya bingung untuk memilih perguruan tinggi mana. Namun, saya punya beberapa kesimpulan untuk kalian.
- Jika kalian termasuk orang kalangan atas dan mempunyai fisik yang kuat, lebih baik pilih STFI saja. karna sudah terbukti dengan lulusan nya yang telah sukses mengambil profesi Apoteker di perguruan tinggi negeri. Kenapa saya bilang fisik yang kuat? Karna jadwal kuliah yang hampir setiap hari dan bisa sampai malam hari.
- Jika kalan termasuk orang kalangan menengah dan mempunyai fisik yang lemah, lebih baik pilih UNFARI saja, karna biaya cukup murah dan jadwal kuliah hanya 3 hari dalam seminggu. Dan untuk kamu yang ingin mengambil profesi Apoteker di perguruan tinggi negeri, gak usah khawatir, karna untuk memasuki perguruan tinggi negeri bisa dilihat dari IPK yang kita dapat.
Selamat berjuang meraih kesuksesan !!